
Pernah suatu malam aku berdiskusi dengan sonny kakakku. Tentang bagaimana hidup ini bekerja terutama tentang bagaimana takdir bekerja dan bagaimana posisi kita terhadap
Topik utama diskusi adalah:
“Jika Tuhan tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang maka kita hanya merasa memiliki pilihan “
Parahnya ….hingga sekarang aku masih selalu bertanya-tanya tentang bagaimana sistem hidup ini bekerja, padahal diskusi itu telah terjadi 12 tahun yang lalu dan masih belum terjawab. Aku tidak dapat meresist logika bahwa seseorang akan masuk neraka ataupun masuk surga bukan karena dia berusaha untuk berbuat baik atau bukan karena dia berbuat buruk, tapi karena dia dipilih dari awal bahwa dia akan masuk surga. Sebelum Dia lahir pun Tuhan tahu apa yang akan dia kerjakan selama hidupnya.
Kenapa Tuhan tahu apa yang dia lakukan??
Karena Tuhan MAHA TAHU!!
Jadi apabila seseorang diharapkan pada pilihan untuk berbuat jahat dan akhirnya dia melakukan perbuatan jahat dan sesuai peraturan kitab suci dia dikirim ke neraka karena membunuhnya itu, Maka hal tersebut telah TERCATAT atau telah DIKETAHUI oleh TUHAN sejak awal mula alam semesta ini diciptakan.
Sehingga dapat disimpulkan apapun keputusan manusia adalah sudah diketahui dari awal oleh Tuhan. Dan apabila ditarik lebih jauh lagi, manusia dari dia lahir telah diketahui apa yang akan dia lakukan selama hidupnya baik itu hal buruk maupun hal jahat. Sehingga neraka ataupun surga setelah dia mati nanti telah diketahui.
Konfliknya bahwa aku tahu konklusi dari diskusi kami itu salah, tapi hingga saat ini masih saja aku belum dapat membuktikan kalo itu salah.
Kebanyakan orang yang aku ajak diskusi tidak paham dan tidak mau menerima konsep ini. Kebanyakan mereka selalu menggunakan dalil-dalil kitab suci yang menunjukkan bahwa konsep diskusi malam itu salah. Dan juga tidak mau menerima karena kurang kecerdasannya sehingga diskusinya tidak terarah pada focus bagaimana takdir ini bekerja.
Jujur saja, hingga sekarang aku masih belum dapat melogika konsep-konsep umum yang ada dimasyarakat.
Berikut ini jawaban-jawaban klasik yang diberikan orang-orang kepadaku (sebagian sudah aku lupakkan karena tidak masuk diakal)
1. Aku ini sperti orang Yahudi yang mempertentangkan agama dengan logika, dan aku pasti tidak akan mampu karena ilmu Tuhan sangat luas.
Aku temui jawaban ini saat aku berdiskusi hingga temanku yang aku ajak diskusi menyerah. Dan mengarahkanku pada kondisi bahwa syaitan selalu menggoda manusia dengan cara yang bermacam-macam, dimana salah satunya adalah mendisputekan tentang agama seperti yang aku alami.
2. Bahwa kita itu punya pilihan untuk berbuat baik dan buruk…PERCAYALAH
Aku temui ini sering sekali. Terutama orang-orang yang tingkat kecerdasannya mediocre, keras kepala, dan tidak mau mendengarkan statement dari aku. Plus orang-orang tersebut biasanya sok suci!
3. Saya diminta lebih rajin ibadah supaya mendapatkan pencerahan
Dia termasuk yang frustasi juga menghadapi rentetan pernyataanku.
4. Takdir hanya mengatur : Lahir, rejeki, jodoh, mati….the rest is yours!
Nope, I do not agree…because Tuhan tahu bahwa diwaktu ini, jam ini, detik ini, di koordinat semesta ini anda akan membaca tulisan ini. Sejak alam semesta ini diciptakan.
Aku berharap ini dapat meringankan bebanku dalam berpikir…sering beban ini aku tinggalkan/lupakan tetapi masih tetap menjadi misteri diriku yang tetap harus aku pecahkan.

